DEPOK – Lembaga Nazhir Wakaf Sukses bersama Institut Agama Islam (IAI) SEBI dan LAZ Zakat Sukses secara resmi menggelar Panen Raya Melon Premium Varian Inthanon di SEBI Sukses Farm, Bojongsari, Kota Depok. Kegiatan ini merupakan laporan nyata tentang keberhasilan pengelolaan siklus pertama pertanian modern berbasis integrasi zakat dan wakaf produktif. Melalui komoditas premium ini, Wakaf Sukses ingin membuktikan bahwa dana filantropi Islam dapat dikelola secara profesional dan mandiri serta memberikan hasil yang terukur.

Berbasis Peningkatan SDM dan Teknologi
Keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil dari proses budidaya intensif selama tiga bulan. Proyek ini diawali dengan peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan budidaya melon modern di Ponorogo, Jawa Timur, yang kemudian diterapkan secara langsung di lahan SEBI Sukses Farm.
Momentum panen raya ini terasa semakin istimewa dan penuh berkah karena diiringi hujan deras di kawasan Bojongsari, yang disambut dengan rasa syukur oleh seluruh pimpinan lembaga saat melakukan prosesi petik melon perdana.
Kontribusi Program Terhadap SDGs (Sustainable Development Goals)
Dalam pelaksanaannya, proyek agribisnis di lingkungan kampus ini dirancang dengan mengacu pada target global pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals):

Analisis Performa Finansial & Operasional (Siklus 1)
Untuk menjaga akuntabilitas publik, berikut adalah laporan keuangan dan hasil produksi riil yang dicapai pada panen perdana:
| Komponen Evaluasi | Nilai | Keterangan / Alokasi |
| Volume Produksi (Hasil Panen) | 609,8 kg | Total berat buah melon premium yang berhasil dipanen |
| Harga Jual Rata-Rata / kg | Rp35.077 | Formulasi: Total Pendapatan ÷ Volume Produksi |
| Beban Operasional | Rp13.623.000 | Biaya bibit, nutrisi, gaji pengelola, listrik, dan konsumsi |
| Beban Penyusutan (Depresiasi) | Rp5.674.000 | Alokasi investasi alat fisik (Total Rp73,61 juta / 15 siklus) |
| Total Biaya | Rp19.297.000 | Akumulasi beban operasional harian dan depresiasi aset |
| Pendapatan (Penjualan) | Rp21.389.895 | Hasil kotor dari skema petik langsung & delivery order |
| Laba Bersih | Rp2.092.895 | Surplus bersih yang didapatkan setelah faktor penyusutan |
| Margin Laba Bersih | 9,8% | Rasio profitabilitas: Laba Bersih ÷ Pendapatan |
Penutup & Rencana Keberlanjutan
Siklus pertama Green House Melon menunjukkan hasil positif dengan produksi 609,8 kg melon dan margin laba 9,8%. Secara keseluruhan, program ini berhasil membuktikan bahwa model pertanian modern berbasis zakat dan wakaf dapat berjalan secara nyata dan menghasilkan dampak ekonomi serta edukasi. Program ini juga sukses menjadi fondasi pertanian produktif Islami di lingkungan kampus, sekaligus menjadi percontohan pengelolaan dana filantropi untuk pemberdayaan berkelanjutan yang inovatif dan mandiri.
Melalui program ini, Wakaf Sukses berharap pertanian produktif berbasis wakaf dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pengelolaan wakaf yang inovatif, mandiri, dan berdampak luas. Dengan konsep petik langsung dan layanan delivery order, melon premium varian Inthanon diharapkan mampu menjadi produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana kebermanfaatan wakaf bagi masyarakat.
Wakaf Sukses juga mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran kepada para wakif dan para stakeholder yang telah mewakafkan sebagian hartanya untuk mendukung swasembada ketahanan pangan yang saat ini juga menjadi fokus pemerintah.
Yuk, Ikut Tanam Kebaikan Abadi!
Mau ikut memanen pahala jariyah yang terus mengalir? Anda juga bisa menjadi bagian dari penggerak ekonomi umat melalui program Wakaf Produktif ini dengan menyalurkan wakaf uang Anda melalui wakafsukses.or.id/wakaf9in1
Lembaga Nazhir Wakaf Sukses