Wakaf Sumber Mata Air Zubaidah binti Jafar
wakaf sumber mata air

Wakaf Sumber Mata Air Zubaidah binti Jafar

Salah satu sosok muslimah yang terkenal dengan hartanya yang melimpah dan kedermawanannya yang luar biasa adalah Zubaidah binti Jafar. Bahkan beliau terkenal dengan wakaf sumber mata air Zubaidah binti Jafar.

Amatul Aziz binti Jafar bin Abi Jafar al-Manshur adalah nama asli dari Zubaidah. Nama Zubaidah sendiri didapat dari kakeknya, disebabkan karena kulitnya yang putih bersih dan sifatnya yang lembut.

Beliau adalah istri dari khalifah terkemuka di zaman Bani Abbasiyah yaitu Harun Al-Rasyid. Zubaidah adalah sosok perempuan yang lahir dari golongan Bani Abbas dan terkenal sebagai sosok wanita cemerlang.

Zubaidah juga dikenal sebagai seorang penyair dan sering mengirimkan surat-surat dalam bait syair yang indah kepada Al-Rasyid.

Meskipun terkenal dengan hartanya yang berlimpah bahkan tercatat dalam sejarah bahwa ia memiliki 100 pelayan wanita tidak membuat dirinya sombong.

Beliau dikenal dengan pribadi yang suka berbagi. Kisah wakafnya dimulai ketika ia mendapati orang-orang yang berhaji ke Baitullah kesulitan untuk mengakses air minum.

Melihat kondisi tersebut Zubaidah langsung memerintahkan  insinyur untuk membangun saluran air.

Saluran air tersebut bersumber dari Wadi Nu’man dengan menggali 100 sumur dari Kufa di Irak hingga ke Mina di Mekah.

Sepanjang jalur terdapat 27 stasiun sumber air minum yang sekaligus bisa menjadi tempat peristirahatan orang-orang yang berhaji. Pada masa itu tidak ada moda transportasi modern seperti pesawat sebagaimana yang didapati saat ini.

Orang-orang yang melaksanakan haji harus menempuh perjalanan lewat jalur darat dan mayoritas dengan berjalan kaki. OIeh sebab itu stasiun sumber air minum itupun dibuat untuk kemaslahatan umat yang pergi haji.

Kurang lebih dana yang dihabiskan oleh Zubaidah dalam proses pembangunan tersebut adalah 1.500.000 dinar. Dalam sumber lain disebutkan sebesar 1.700.000 dinar.

Tentu saluran air yang kemudian menjadi tempat peristirahatan para jamaah haji sepanjang perjalanan sangat bermanfaat bagi mereka. Karena disaat itu mereka bisa melepas rasa lelah tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

Meskipun harus mengeluarkan dana yang sangat besar hal tersebut tidak masalah bagi Zubaidah karena hakikatnya harta hanya titipan.

Selain membangun saluran air, Zubaidah juga membangun masjid, waduk, dan jembatan.

Demikianlah kisah wakaf sumber mata air Zubaidah binti Jaffar. Semoga kita juga bisa mengambil hikmah dan mencontoh Zubaidah untuk berkontribusi dalam kemaslahatan umat.

Kamu juga bisa berkontribusi untuk wakaf air melalui wakaf sukses.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *