Inilah 3 Hal yang Membuat Rasulullah Menangis
Rasulullah Menangis

Inilah 3 Hal yang Membuat Rasulullah Menangis

Setiap orang pasti pernah bersedih, begitupun kamu yang sedang membaca tulisan ini. Tidak hanya kamu, bahkan juga ada kisah tentang Rasulullah menangis.

Tentu menangisnya Rasulullah SAW bukan menandakan bahwa beliau lemah. Bahkan ini menandakan kekuatan hati beliau terhadap sesuatu yang amat ia cintai.

Menangisnya Rasulullah SAW juga berbeda dengan tangisnya manusia pada umumnya saat ini. Sering terjadi manusia seperti kita menangis pada sesuatu yang remeh temeh.

Cuma hilang barang saja menangis. Terutama yang  masih jomblo juga seringkali nangis karena patah hati, ditolak doi, diselingkuhin dan banyak bumbu-bumbu cinta lainnya yang menyakitkan.

Bahkan sampai ada yang mengatakan, “cinta ditolak dukun bertindak“, nah ini hati-hati masuk ke syirik, loh.

Menangisnya Rasulullah SAW memiliki makna yang sangat dalam.

Lalu apa saja sebab Rasulullah SAW menangis? yuk kita bahas lebih lanjut.

Baca Juga: Kisah Rasulullah Sedekah Baju

Menangis Saat Mendengar Al-Quran

Abdullah bin Masud sering dimintai tolong oleh Rasulullah SAW untuk melafadzkan Qur’an. Tapi ini bukan berarti Rasulullah SAW tidak bisa baca Qur’an, loh. Nabi memang ingin mendengar lafadz Qur’an itu dari sahabatnya.

Saat itu abdullah bin Masud atau yang juga disebut Ibnu Masud pernah membaca QS. An-Nisa ayat 41.

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍۭ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَـٰٓؤُلَآءِ شَهِيدًا

“Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.”

Saat mendengar ayat ini, Rasulullah SAW sontak meminta Abdullah bin Masud untuk menghentikan bacaannya dan telrihat dari raut wajah beliau air mata yang menetes.

Wakaf Sukses

Menangis untuk Umatnya

Mungkin kamu juga sudah tahu bahwa Rasulullah SAW pernah menangis untuk umatnya. Yap, beliau menangis untuk kita semua. Kisah tersebut viral.

Abdullah bin Amr bin Al Aas meriwayatkan nabi SAW membaca apa yang Allah SWT firmankan tentang Ibrahim:

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Ibrahim:36)

Kemudian dilanjut dengan QS. Al-Maidah ayat 118.

إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Setelah itu Rasulullah mengangkat tanggannya dan mengatakan ucapan yang viral kita ketahui. Beliau berucap, “umatku, umatku” kemudian beliau menangis.

Baca Juga: Kisah Sedekah dengan Ladang Pertanian

Wakaf Sukses

Menangis Karena Sahabatnya Syahid

Mati syahid adalah keinginan para sahabat Nabi SAW saat ikut serta dalam perang. Bahkan ini menjadi cita-cita para pejuang Islam saat sedang memperjuangkan agamanya.

Tapi tahukah kamu Rasulullah sempat bersedih saat sahabatnya mati syahid. Hal itu terjadi pada saat Perang Uhud, salah seorang sahabat sekaligus paman Nabi yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan para sahabat lainnya mati syahid.

Kondisi ini membuat kesedihan di hati beliau. Lalu kematian sahabat lainnya yaitu Saat bin Muadz juga memberikan kesedihan mendalam kepada Rasulullah SAW.

Kisah ini diawali ketika orang-orang Yahudi dari Bani Quraidzah melanggar perjanjian. Pada peristiwa pengepungan Bani Quraidzah selama dua puluh lima malam, sahabat Saad bin Muadz terluka.

Kondisinya kian memburuk hingga akhirnya ia wafat.

Baca Juga: Janji Allah untuk Orang yang Bersedekah

Demikianlah kisah Rasulullah menangis yang penuh dengan makna mendalam. Tentunya ini menjadi tanda bahwa begitu cintanya Rasul kepada sahabat dan umat-umatnya.

Semoga kita selalu diberikan keistiqomahan untuk mencintai Nabi melalui sunnah-sunnahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *