Pengembangan Wakaf Produktif di Yordania: Pertanian dan Pariwisata
Pengembangan Wakaf produktif di Yordania

Pengembangan Wakaf Produktif di Yordania: Pertanian dan Pariwisata

Kisah wakaf kali ini akan dibahas tentang kisah pengembangan wakaf produktif di Yordania mencakup pertanian dan pariwisata

Yordania memang negara yang unik terlebih bila kita berbicara tentang wakafnya. Bahkan di negeri ini terdapat kementrian khusus yang mengurus tentang itu yaitu Kementerian Wakaf.

Kementerian ini disebut sebagai  Wizaratul Auqaf yang memiliki fokus untuk mengembangkan dan mengelola wakaf. Pengelolaan wakaf di negeri ini termasuk yang sangat produktif.

Wakaf produktif yang dijalankan di negeri ini banyak fokus di sektor pertanian dan pariwisata. Hasil dari wakaf tersebut kemudian digunakan untuk kemaslahatan umat. Salah satunya di Kota Amman.

Baca Juga: Wakaf Produktif (Pengertian, Dalil, dan Contoh)

Dari kota tersebut dikembangkan tanah pertanian sebagai tempat wisata. Disana, tanah pertanian digarap untuk perkebunan. Terdapat sekitar 2000 pohon zaitun, anggur, kurma, dan buah badam di lahan tersebut.

Kemudian hasil dari wakaf produktif digunakan juga untuk memperbaiki perumahan penduduk yang ada di beberapa kota di negara Yordania.

Didekat kota Amman terdapat wilayah dengan luas 79 Dunum. Disana terdapat tanah pertanian yang berisi 1346 pohon zaitun, anggur, kurma, buah badam.

Selanjutnya hasil dari wakaf produktif tersebut juga digunakan untuk membangun perumahan untuk petani yang mengelola kebun zaitun, anggur, kurma, dan buah badam. Wilayah perumahan ini memiliki luas sekitar 84 dunum.

Aset produktif yang terdapat di wilayah tersebut adalah 2300 pohon zaitun. Lalu, membangun sebuah tempat suci di daerah selatan.

Selain itu, masih banyak lagi daerah-daerah yang memiliki potensi dikembangkannya sebuah perkebunan zaitun melalui dana wakaf seperti yang ada di daerah bagian tepi timur dan tepi barat.

Agar harta wakaf yang dikelola dapat terus produktif setidaknya ada dua cara yang digunakan Kementerian Wakaf di Yordania, diantaranya:

  • Mengembangkan hasil harta wakaf,
  • Menyewakan tanah wakaf dalam waktu yang lama.

Pemerintah dalam hal ini juga terlibat dalam upaya pengembangan wakaf. Kementerian wakaf melakukan pinjaman kepada pihak pemerintah untuk membiayai proyek-proyek pembangunan tanah wakaf.

Tanah-tanah wakaf tersebut kemudian ditanami dengan komoditas utama yang berasal dari Yordania.

Melihat pada pendapatan dari Kementerian Wakaf di Yordania, pada tahun 1984 kementerian ini mendapatkan pendapatan yang mencapai 680 ribu Dinar Yordania dari tanah-tanah wakaf yang disewakan.

Baca Juga: Perbedaan Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang

Kemudian memperoleh 120 ribu Dinar Yordania dari pendapatan tempat-tempat suci yang digunakan untuk destinasi pariwisata.

Tidak hanya itu banyak “karya” yang telah dibuat oleh Kementerian Wakaf di Yordania. Mereka telah membangun sekolah tinggi dan fakultas dakwah, kemudian mendirikan 53 tempat belajar Al-Qur’an dan hadist, perpustakaan, rumah sakit, media masa, dan lembaga arkheologi penelitian peninggalan Islam.

Aktivitas yang dilakukan oleh Kementerian Wakaf di Yordania menjadi motivasi untuk lembaga wakaf (nazhir) Wakaf Sukses untuk terus mengembangkan wakaf produktif.

Diantara program wakaf produktif dapat dilihat di sini. 

Demikianlah kisah tentang pengembangan wakaf produktif di Yordania yang mencakup pertanian dan pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *