Kisah Sedekah dengan Ladang Pertanian, Inspirasi Umat Islam
Kisah Sedekah dengan Ladang

Kisah Sedekah dengan Ladang Pertanian, Inspirasi Umat Islam

Kisah sahabat memang tidak pernah lepas dari inspirasinya yang luar biasa. Salah satunya adalah kisah sedekah dengan ladang pertanian yang akan dibahas pada artikel ini.

Kisah ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya dan diabadikan dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.

Dikisahkan ada seorang petani kurma di daerah Madinah. Aliran air di lahan petani tersebut kurang bagus. Hal ini mengakibatkan tanah di sana kurang subur dan buah-buahannya pun tidak bertumbuh dengan baik.

Bila terus begini ia khawatir panen tidak bisa maksimal dan berimbas pada kurangnya pemenuhan kebutuhan keluarga dan dirinya.

Baca Juga: Kisah Sedekah Zaman Nabi Musa (Pasangan yang Mendadak Kaya)

Tak habis akal, karena imannya yang kuat petani tersebut memohon doa menengadahkan tangannya ke langit. Ia berdoa agar lahannya dihujani.

Tak lama berselang awan lebat datang menghujani ladangnya. Petani tersebut tersenyum gembira. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena terdengar dari langit yang memerintahkan awan tersebut pergi ke tempat lain.

“Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan” begitu suara yang terdengar.

Lalu awanpun berjalan menuju tanah yang diperintahkan. Dalam batin si petani merasa kesal karena awan tersebut pada akhirnya tidak menghujani ladangnya.

Namun, ia penasaran kemana awan itu akan mendaratkan tujuannya. Ia mengikuti perginya awan tersebut. Sampailah ia di sebuah kebun yang didalamnya berlimpah air.

Daun tanaman di kebun tersebut juga rimbun. Petani tersebut melihat petani lain yang ada di sana bersujud karena awan tersebut datang menghadirkan air untuk kebun itu.

Si petani semakin penasaran ia memanggil si pemilik tanah. Si pemilik tanah yang dipanggil merasa keheranan karena si petani tahu namanya.

“ Saudara,   dari mana Anda tahu namaku ?” ucap si pemilik tanah.

Baca Juga: Kisah Saad bin Abi Waqash (Rasa Cinta Pada Ibunda)

Si petani pun menjawab,

“itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya.  Amalan  apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari atas langit yang memerintahkan awan  untuk menurunkan hujan ditanahmu”

Ia merasa kaget bila namanya disebut di langit. Lalu, pemilik tanah menjawab pertanyaan petani tersebut.

“Saudara, belum  ada orang yang aku beritahu tentang rahasia amalan  yang aku kerjakan sehingga menghasilkan yang sedemikian. Namun  karena engkau tahu sebagian rahasia ini dan  juga karena engkau telah menanyakannya,  maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi “

Petani semakin penasaran, ia ingin si pemilik tanah segera membongkar rahasia amalannya.

Pemilik tanah lalu bercerita,

“Rahasianya mungkin adalah setiap kali kebun dan tanah ini member hasil, hanya sepertiga yang aku pakai makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan untuk modal selanjutnya. Dan sepertiganya lagi aku berikan kepada Allah sebagai bentuk infakku di jalannya. Itulah amalan yang aku berikan, sehingga membawa ke hasil yang seperti ini”.

Masya Allah dari kisah ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kesederhanaan dalam mengelola harta dan loyalitas untuk bersedekah akan mendatangkan rahmat dan rezeki Allah yang tidak terduga.

 

 

3 Replies to “Kisah Sedekah dengan Ladang Pertanian, Inspirasi Umat Islam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *