Fikih Muamalah: Pengertian dan Prinsip Dasar
Fikih Muamalah

Fikih Muamalah: Pengertian dan Prinsip Dasar

Salah satu jenis fikih yang terkait dengan manusia dan harta adalah fikih muamalah. Mungkin kamu pernah mendengarnya tapi belum tahu lebih lanjut apa itu fikih muamalah.

Memahami fikih ini menjadi sangat penting karena didalamnya terdapat tuntunan hidup manusia khususnya dalam hubungannya dengan manusia lain (hablum minannas).

Bahkan Umar menegaskan kepada setiap orang yang hendak masuk pasar bahwa jangan mereka masuk pasar sebelum paham tentang fikih muamalah.

لَا يَبِعْ فِي سُوقِنَا إِلَّا مَنْ قَدْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ

“Tidak boleh berjualan di pasar kita kecuali orang yang memiliki pemahaman (fiqih) dalam urusan agama”

Kalimat atsar Umar bin Khattab ini terdapat di kitab Sunan Imam At-Tirmidzi.

Lalu apa itu Fiqh Muamalah? Apa pengertian dan prisnip dasarnya? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Baca Juga: Kisah Sedekah dengan Ladang Pertanian

Pengertian Fikih Muamalah

Fikih Muamalah terbagi dalam dua kata yaitu fikih dan muamalah. Fikih merupakan bentuk kata benda dari kata faqaha yang berarti mendalami sesuatu.

Faqaha adalah bentuk kata kerja yang menuntut kesungguhan seseorang dalam memahami dan mendalami sesuatu. Sebagaimana dalam firman Allah SWT,

 وَمَاكَانَٱلْمُؤْمِنُونَلِيَنفِرُوا۟كَآفَّةًۭ ۚفَلَوْلَانَفَرَمِنكُلِّفِرْقَةٍۢمِّنْهُمْطَآئِفَةٌۭلِّيَتَفَقَّهُوا۟فِىٱلدِّينِوَلِيُنذِرُوا۟قَوْمَهُمْإِذَارَجَعُوٓا۟إِلَيْهِمْلَعَلَّهُمْيَحْذَرُونَ

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

(QS. At-Taubah ayat 122)

Namun pengertian fikih kemudian tereduksi dalam arti yang lebih sempit lagi setelah Islam melakukan ekspansi ke berbagai belahan dunia.

Fikih kemudian diterjemahkan sebagai sekumpulan hukum syara’ yang berhubungan dengan perbuatan manusia yang diketahui melalui dalil-dalilnya yang terperinci dan dihasilkan dengan metode ijtihad.

Adapun menurut salah satu cendekiawan muslim terkemuka yaitu Imam Al-Ghazali, beliau tafsirkan fikih  sebagai mengetahui dan memahami.

Fikih adalah suatu ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang tertentu bagi perbuatan mukallaf, seperti wajib, haram, mubah (boleh), sunnah, makruh, sah, fasid, batal, qadlâ’an, adâ’an, dan yang sejenisnya

Adapun Muamalah diambil dari kata ‘âmala yang berarti berurusan (dagang) atau bergaul dengannya. Jadi muamalah ini erat kaitannya dengan harta meskipun yang terkait dengan harta ada lagi yang disebut muamalah maaliyyah. 

Dalam muâmalah ini harus ada interaksi antara dua pihak. Oleh sebab itu, setiap interaksi antara dua pihak disebut sebagai muamalah.

Muâmalat juga diartikan sebagai hukum syar’i yang mengatur hubungan kepentingan individu dengan lainnya.

Jadi dapat disimpulkan  Fikih Muamalah adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum syari’ah yang terkait dengan hubungan antarmanusia dari dalilnya yang terperinci.

Baca Juga: 5 Macam Pahala Sedekah berdasarkan Tingkatannya

Prinsip dan Hukum Dasar Muamalah

Prinsip dasar dari muamalah adalah bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Sebagaimana firman Allah SWT,

وَإِذْقَالَرَبُّكَلِلْمَلَـٰٓئِكَةِإِنِّىجَاعِلٌۭفِىٱلْأَرْضِخَلِيفَةًۭ ۖقَالُوٓا۟أَتَجْعَلُفِيهَامَنيُفْسِدُفِيهَاوَيَسْفِكُٱلدِّمَآءَوَنَحْنُنُسَبِّحُبِحَمْدِكَوَنُقَدِّسُلَكَ ۖقَالَإِنِّىٓأَعْلَمُمَالَاتَعْلَمُونَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah1 di bumi”. Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”
(QS Al-Baqarah ayat 30)

Dalam tugasnya sebagai khalifah di bumi maka manusia berkewajiban untuk mengembangkan dan melesatarikannya.

Hukum asal Muamalah adalah boleh dan ini telah disepakati oleh semua ulama.

Al-Ashl Fi al-Mu’amalati al-Ibahatu Illa an Yadulla dalil ala tahrimiha

hukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya

Baca Juga: Kisah Sedekah Zaman Nabi Musa (Pasangan yang Mendadak Kaya)

Penutup

Demikianlah pengertian dan prisnip dasar fikih muamalah. Semoga penjelasan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasanmu terkait dengan fikih khususnya fikih muamalah.

Simak artikel seputar edukasi dan berita tentang wakaf  lainnya di blog wakaf sukses. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *