Amal yang Abadi: Kisah Rasulullah dan Aisyah di Tempat Makan
amal yang abadi

Amal yang Abadi: Kisah Rasulullah dan Aisyah di Tempat Makan

Setiap amalan yang dilakukan oleh seorang hamba pasti akan dibalas oleh Allah SWT. Satu dibalas sepuluh sebagaimana dalam QS. Al-An’am ayat 160. Namun ada amal yang abadi dan ini terabadikan dalam kisah Rasulullah dan Aisyah di tempat makan.

Berikut adalah kisahnya.

Saat itu ketika Aisyah r.a menghidangkan makanan kesukaan Rasulullah yaitu paha domba (kambing) Rasulullah bertanya: ”Wahai Aisyah, apakah sudah engkau berikan kepada Abu Hurairah tetangga kita?”

Aisyah menjawab: “Sudah ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah bertanya lagi: ”Bagaimana dengan Ummu Ayman?” Aisyah kembali menjawab: “Sudah ya Rasulullah.”

Baca Juga: Inilah Dampak Positif Wakaf Saham yang Luar Biasa

wakaf

Kemudian Rasulullah bertanya lagi tentang tetangga-tetangganya yang lain, adakah sudah di beri masakan tersebut, sampai Aisyah merasa penat menjawab pertanyaan-pertanyaan Rasulullah. Aisyah kemudian menjawab “Sudah habis ku berikan, Ya Rasulullah … yang tinggal apa yang ada di depan kita saat ini …“

Rasulullah tersenyum dan dengan lembut menjawab: ”Engkau salah Aisyah, yang habis adalah apa yang kita makan ini dan yang kekal adalah apa yang kita sedekahkan.“ (HR. At-Tirmidzi)

Melihat kisah ini tentu kita perlu sadari bahwa setiap apa yang kita konsumsi di dunia ini hakikatnya adalah habis. Apa yang kita makan, apa yang kita gunakan, atau apa yang kita manfaatkan hanya akan bernilai dunia.

Ia hanya bernilai akhirat bila orientasi penggunaannya adalah untuk ibadah kepada Allah. Misal, makan agar dapat energi untuk memperkuat ibadah.

wakaf

Berpakaian agar dapat menampilkan sosok muslim yang terbaik dan digunakan untuk beribadah kepada Allah. Kemudian mencari penghasilan dalam rangka meningkatkan ibadah maaliyah kepada sang khaliq. 

Tapi aktivitas itu semua hanya akan terkonversi sesuai dengan jumlah amalannya. Tetapi ada amalan yang abadi, yaitu memberikan sesuatu kepada orang lain kemudian orang itu memanfaatkannya dalam kebaikan.

Misal, saat kamu memberi makan kepada orang lain lalu orang lain itu mendapatkan energi dan kemudian dia melakukan ibadah atau aktivitas lain yang membawa kebaikan maka kamu pun akan mendapatkan pahalanya juga.

Baca Juga: Penyaluran Wakaf Renovasi Mushola Al Muhajirin Cilodong

Saat kamu punya dana lebih lalu kamu gunakan untuk wakaf masjid/mushola maka setiap orang yang menggunakan masjid/mushola tersebut untuk ibadah, kamu akan mendapatkan pahalanya.

Yap, pahala tersebut akan terus mengalir tanpa batas dan inilah contoh amal yang abadi yang diambil dari kisah Rasulullah dan Aisyah di tempat makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *